Jumat, 18 Februari 2011

Ketika Ahmadiyyah Menjadi “Benang Kusut”

By. http://abisyakir.wordpress.com

Hari ini bangsa kita kembali ribut soal Ahmadiyyah. Ini bukan keributan pertama, tetapi sudah berkali-kali. Bukan pertama kalinya terjadi insiden dalam soal Ahmadiyyah. Berulang-kali juga kita ribut-ribut. Dan endingnya, tidak ada apa-apanya. Ahmadiyyah tetap seger-buger, siap menjadi isu kerusuhan di masa depan; dan FPI lagi-lagi menjadi “kambing hitam”

Mari kita lihat masalahnya…
[1] Masalah Ahmadiyyah sebenarnya bukan masalah rumit. Ini masalah sepele. Para ulama sedunia sudah sepakat, Ahmadiyyah sesat-menyesatkan, bahkan mereka kufur alias non Muslim. Jamaah Ahmadiyyah pun dilarang naik haji ke Tanah Suci. Alasan kekufuran kelompok ini sudah jelas, antara lain: Meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi setelah Rasulullah Saw, mereka meyakini Kitab At Tadzkirah sebagai rujukan utama agamanya, mereka menghapuskan Syariat Jihad fi Sabilillah. Baik Ahmadiyyah Qadiyan atau Lahore, mereka bersekutu dalam kekufuran. Hanya saja, Ahmadiyyah Lahore lebih berbelit-belit dalam menyembunyikan kekufurannya.

[2] Inti kesesatan Ahmadiyyah, baik Qadiyan atau Lahore, ialah: Mereka menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai rujukan utama ajaran agama mereka. Ini adalah kesesatan besar. Selain Mirza Ghulam itu bukan ulama, dia juga bekerja untuk kolonialisme Inggris. Orang seperti ini tidak boleh dijadikan rujukan. Selain karena tidak berilmu, dia juga ber-wala (loyal) kepada orang-orang kafir. Siapa loyal kepada orang kafir, dia pun kufur. (Surat Al Maa’idah).
Hakikat Ahmadiyyah: Memuja Pemikiran Mirza Ghulam Ahmad. Padahal Dia Bukan Ulama Sama Sekali. Tidak Ada yang Mengkuinya Ulama, Selain Inggris.
  
[3] Aliran sesat seperti Ahmadiyyah itu WAJIB dibubarkan. Sebab ia akan menjadi POTENSI INSTABILITAS yang akan terus-menerus menggoyang sendi-sendi kerukunan beragama. Aliran seperti ini akan menjadi duri dalam daging kehidupan kaum Muslimin di Indonesia. Ia serupa seperti missi Kristenisasi -semoga Allah melaknat kaum kufur yang terus bekerja memurtadkan Ummat Islam itu-. Jangan pernah berharap akan ada perdamaian dan kerukunan, selama aliran-aliran sesat seperti itu terus dibiarkan.

[4] Bangsa Amerika dikenal sebagai bangsa paling liberal di dunia. Bertahun-tahun lalu, aparat FBI mengepung sebuah desa yang dijadikan markas oleh aliran Advent Davidian, yang dipimpin David Coresh. Desa itu dikepung dengan senjata lengkap, dikepung dengan helikopter, bahkan melibatkan panser-panser. Aliran Advent Davidian dianggap sesat dan tidak mau tunduk hukum Amerika, maka mereka dihabisi dengan kekerasan senjata. Buntut dari penyerangan itu, salah satu pengikut aliran itu, Timothy McVeigh, dia meledakkan sebuah truk penuh berisi bahan peledak di depan kantor FBI. Bagian depan kantor FBI hancur luluh akibat ledakan dahsyat itu. Nah, ini sebuah contoh cara negara liberal mengatasi aliran sesat.

[5] Untuk membubarkan Ahmadiyyah itu mudah. Mudah sekali. Toh, negara-negara Muslim lain sudah lama mengatasi masalah ini. Hanya saja, di Indonesia ini negara sudah tidak memiliki kedaulatan lagi. Secara formal, kita merdeka; tetapi secara faktual, kita tak lagi memiliki kemerdekaan. Kemerdekaan kita sudah disandra oleh bangsa-bangsa asing, termasuk oleh lembaga-lembaga donor dunia. Sebagai contoh, SUN (Surat Utang Negara) atau SBI (Surat Bank Indonesia) banyak dibeli oleh pemodal-pemodal asing. Apakah kita akan mengira bahwa pemodal-pemodal itu akan diam saja melihat perkembangan politik di Tanah Air? Pasti mereka akan ikut campur. Kepemilikan saham oleh asing dipakai sebagai alat untuk menekan regim (SBY). Para pemodal asing itu rata-rata mencintai aliran sesat seperti Ahmadiyyah itu, sebab sesuai kepentingan mereka.

[6] Dari sisi lain, bangsa Indonesia ini sudah mengalami “Kiamat Masalah”. Maksudnya, di negeri ini sudah bertumpuk amat sangat banyak masalah-masalah. Masalah sosial, politik, pendidikan, budaya, ekonomi, bisnis, birokrasi, hukum, pertahanan-keamanan, agama, individu, lingkungan, teknologi, dan seterusnya. Banyak dan sangat banyak sekali masalah. Kekuatan yang kita miliki, tidak cukup untuk menyelesaikan masalah-masalah itu. Mengapa terjadi demikian? Ya, karena bangsa ini sudah terlalu banyak berlumuran dosa, kedurhakaan, maksiyat, kezhaliman, kejahatan, dll. Allah Ta’ala tidak memberkahi kehidupan bangsa ini, karena dosa-dosa para peghuninya. Karena tidak diberkahi, kita tidak diberi TAUFIQ untuk mengatasi masalah-masalah kita. Ibarat pisau yang seharusnya tajam dan berguna untuk keperluan-keperluan bermanfaat, maka pisau di tangan kita bukan lagi tumpul pul, tetapi sudah tinggal kayu pegangannya saja. Mata pisaunya sudah tak ada.

Tak henti-hentinya kita mengingatkan bangsa Indonesia: “Berjalanlah dengan tuntunan Allah. Jangan mengikuti langkah-langkah syaitan. Maka hidupmu akan dicahayai, langkahmu akan dibimbing, urusanmu akan ditolong. Namun jika kalian meniti langkah Freemasonry, Yahudi, Nashrani, atheis, musyrikin, dll. demi Allah hidupmu akan semakin tenggelam dalam sengsara yang lebih-lebih perih dan panjang.”

Untuk membuktikan apakah kita mau menempuh jalan Allah Ta’ala, maka bubarkanlah Ahmadiyyah, dan tetapkan aliran itu sebagai kelompok di luar Islam. Hati orang-orang beriman pasti berdiri di atas sikap seperti ini. Kecuali orang-orang munafik, sesat, atau kufur yang berpura-pura memakai baju Islam.
Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah dan taufiq kepada kaum Muslimin di Indonesia. Semoga semakin banyak kaum Ahmadiy yang bertaubat, dan kembali kepada Islam, serta meninggalkan belenggu kesesatan yang ditinggalkan oleh pemikiran Mirza Ghulam Ahmad -semoga Allah melaknat dia sehina-hinanya-. Allahumma amin.

Senin, 10 Januari 2011

Bahayakah Mandi Sehabis Begadang ???


Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya
Begadang boleh saja, kalau ada perlunya
Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya
Begadang boleh saja, kalau ada perlunya
Kalau terlalu banyak begadang
Muka pucat karena darah berkurang
Kalau sering kena angin malam
Segala penyakit akan mudah datang
Darilah itu sayangi badan
Jangan begadang setiap malam

Pasti pada hafalkan lagu itu,, hehhehe.,. salah satu lagu ciptaan bang haji,, yang sangat populer sampai sekarang,,.

klo ngomong-ngomong begadang ada satu bahasan yang menarik nich untuk dibahas.,.,. hmmmm mw tw,,,
oce,, mari kita bongkar
Kerja shif (larut malam)

masalah yang satu ini mungkin banyak yang menganggap mitos sehingga banyak yang takut untuk melakukannya, Mandi sehabis begadang,,,  ada yang bilang bisa sakit kepala, demam bahkan ada yang lebih ekstrim lagi katanya klo mandi sehabis begadang bisa almarhum alias metei.,., wahhh takut juga nich,, (apalagi saya bekerja shif saat ini), untuk itu postingan kali ini saya mw mengangkat tentang tema tentang bahaya mandi sehabis begadang,,,

kerja shif
Setelah saya coba searching di buku kesehatan, majalah, internet, dan tanya langsung sama Dokter yang lebih berkompeten dan saya simpulkan begini lah kesimpulannya :


Menurut dokter spesialis penyakit dalam disalah satu RS di Pekanbaru yang namanya saya lupa, logis sederhananya adalah seperti ini :
Aktivitas kerja dimalam hari

Tubuh kamu yg begadang itu sebenarnya melakukan banyak aktivitas yg seharusnya pada waktu itu harus segera di istirahatkan.
Karena banyak aktivitas yg terjadi di dalam tubuh kita, tanpa kita sadari terjadi pemanasan dari dalam tubuh kita.
Nah, bayangin aja kalo dari suhu tubuh yg panas tiba-tiba diguyur dengan air di pagi hari yg suhunya jauh lebih dingin ketimbang suhu tubuh kamu, apa yg akan terjadi ???
yups, benar.. Penurunan suhu tubuh yg sangat drastis dan mendadak. Sedangkan tubuh kita tidak dirancang untuk itu.
Kejadian itu mempunyai logis yg sama halnya dengan gelas yang sebelumnya berisi air panas tiba-tiba anda isi dengan air es,, pasti anda tw apa yang terjadi,,, ntu gelas retakkan.... bahkan pecah (tergantung kulitas gelas juga sich), nah begitu juga diri kita, tergantung bagaimana daya tahan tubuh kita juga,,,
 
klo masalah dapat menimbulkan penyakit menurut dokter itu ada benarnya, kata dokter itu karena menggunakan air dingin,  Mandi setelah begadang bisa menyebabkan kematian, selain bisa terkena paru-paru basah, “angin duduk” atau yang biasa disebut angina yang bahasa medisnya Sindrom Jantung Koroner Akut, bisa berakibat fatal bahkan mati mendadak.

Pada dasarnya dokter mengatakan mandi sehabis begadang tidak dilarang, tapi jangan menggunakan air dingin, pake lah air hangat ato suam-suam kuku.

Jumat, 24 Desember 2010

Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)


Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)

AAS sering juga disebut dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), Absorbsi atom adalah spektroskopi atom yang pertama kali dapat diandalkan untuk menganalisa adanya logam dalam sampel yang berasal dari lingkungan.

AAS itu sendiri adalah salah satu instrument untuk mengukur konsentrasi usur pada suatu element yang menggunakan prinsip eksitasi pada atom. Penggunaan AAS ini sekarang cukup popular, ada yang digunakan untuk cek darah dan urin misalnya pada analisis klinis, untuk industri pertambangan, industri kimia, dll

Sesuai dengan namanya ini adalah sebuah instrumen yang menggunakan spektrum cahaya sebagai kompenen utama pengukuran. Prinsipnya adalah serapan spektra cahaya yang dilakukan oleh Atom – atom, ini yang spesialnya. Jadi kalau dibalik bahasanya menjadi : instrumen dengan prinsip serapan cahaya oleh atom-atom.

Sampel SSA adalah larutan (harus larutan) dan instrumen ini sangat spesial untuk pengukuran Logam. jadi sampel adalah logam yang terlarut dalam air.
Jadi  akan menyerap cahaya adalah Logam dalam bentuk Atom. Cara mendapatkanyakan jadi gampang karena air sebagai pelarut sangat mudah diuapkan, komponen lain

kalau ada biasanya senyawa organik atau anion itupun mudah dihilangkan yaitu dengan cara dibakar bila kita membakar suatu campuran (larutan) pada suhu diatas 500 derajat cescius, maka senyawa non logam akan hancur, dan logam akan berubah menjadi atom-atomnya,. Maka dalam SSA tidak ada tempat sampel tapi “ruang bakar”

Hal menarik lain dalam instrumen ini adalah sumber cahaya yang dipakai. Kalau dalam spektrofotometer UV-Vis sumber lampu cukup satu untuk semua sampel, yaitu lampu wolfram untuk wilayah Visible dan Deuterium untuk wilayah UV, sementara dalam SSA lampu yang dipakai namanya “Lampu katoda Berongga” dimana untuk tiap Logam punya lampu sendiri jadi kalau mau mengukur Hg maka harus digunakan lampu katoda berongga Hg. Terpaksa dilakukan seperti ini supaya spektrum yang terpancar memiliki panjang gelombang yang tepat untuk tiap atom yang diukur,  sehingga hasil analisis bisa sangat akurat.

Keistimewaan yang lain dari SSA adalah penempatan monokromator setelah sampel, padahal fungsi monokromator adalah untuk memilih panjang gelombang, berbeda dengan UV-Vis

Lampu yang dipakai adalah khusus atau spesifik artinya lampu hanya memancarkan satu panjang gelombang, tidak perlu lagi dipilih pilih, justru setelah melewati sampel yang berada di ruang bakar panjang gelombang jadi tidak pasti karena namanya ruang bakar pakai api, pasti ada sinar dari api, sinar inilah yang harus disaring, sehingga yang sampai di detektor tetap panjang gelombang yang diinginkan. penentuan kadar sama seperti pada instrumen lain, lebih baik gunakan kurva standar.

Prinsip dasar AAS
AAS bekerja dengan cara mengukur panjang gelombang yang dipancarkan oleh atom. Agar dapat memancarkan energi, maka atom harus dalam keadaan tereksitasi. Pengubahan tingkat atom dari tingkat standar menjadi tingkat eksitasi dilakukan dengan cara memberikan energi pada atom. Energi yang di serap atom membuat electron yang berada pada kulit bagian dalam terlepas, lepasnya electron pada kulit bagian dalam menyebakan electron yang berada di luar menempati posisi kosong di kulit bagian dalam, sehingga atom akan memancarkan energi dengan panjang gelombang sesuai dengan karakteristikny. Setiap atom dari setiap unsur memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristiknya.


Spektrofotometer serapan atom (AAS) merupakan teknik analisis kuantitafif dari unsur-unsur yang pemakainnya sangat luas di berbagai bidang karena prosedurnya selektif, spesifik, biaya analisisnya relatif murah, sensitivitasnya tinggi (ppm-ppb), dapat dengan mudah membuat matriks yang sesuai dengan standar, waktu analisis sangat cepat dan mudah dilakukan. AAS pada umumnya digunakan untuk analisa unsur, spektrofotometer absorpsi atom juga dikenal sistem single beam dan double beam layaknya Spektrofotometer UV-VIS. Sebelumnya dikenal fotometer nyala yang hanya dapat menganalisis unsur yang dapat memancarkan sinar terutama unsur golongan IA dan IIA. Umumnya lampu yang digunakan adalah lampu katoda cekung yang mana penggunaanya hanya untuk analisis satu unsur saja.

Dalam AAS kita mengukur serapan (absorbsi) yang dialami oleh seberkas sinar yang melalui kumpulan atom-atom. Serapan akan bertambah dengan bertambahnya jumlah atom yang menyerap sinar tersebut.

Sinar tersebut bersifat monokromatis dan mempunyai panjang gelombang (λ) tertentu. Suatu atom unsur X hanya bisa menyerap sinar yang panjang gelombangnya sesuai dengan unsur X tersebut. Artinya, sifat menyerap sinar ini merupakan sifat yang khas (spesifik) bagi unsur X tersebut. Misal : atom Cu menyerap sinar dengan λ = 589,0 nm sedangkan atom Pb menyerap sinar dengan λ = 217,0 nm. Dengan menyerap sinar yang khas, atom tersebut tereksitasi (elektron terluar dari atomnya tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi).

Hubungan antara serapan yang dialami oleh sinar dengan konsentrasi analit dalam larutan standar bisa dipergunakan untuk menganalisa larutan sampel yang tidak diketahui, yaitu dengan mengukur serapan yang diakibatkan oleh larutan sampel tersebut terhadap sinar yang sama. Biasanya terdapat hubungan yang linier antara serapan (A) dengan konsentrasi (c) dalam larutan yang diukur dan koefisien absorbansi (a).
A = a . b . c

Dari hukum Lambert-Beer / Bouguer-Beer
”Bila  cahaya monokromatis dilewatkan pada media  transparan maka berkurangnya intensitas cahaya yang ditransmisikan sebanding dengan ketebalan (b) dan konsentrasi larutan.”
 
Cara sederhana untuk menemukan konsentrasi unsur logam dalam cuplikan adalah dengan dengan membandingkan nilai absorbans (Ax) dari cuplikan dengan absorbansi zat standar yang dikerahui konsentrasinya.
Ax = Cx
As = Cs
Dimana
Ax = absorban sampel
As = absorban standar
Cx = konsentrasi sampel
Cs = konsentrasi standar

Komponen – komponen Atomic Absorption Spectrophotometer


1.      Lampu katoda berongga (Hollow Cathode Lamp)

Lampu katoda berongga terdiri atas tabung gelas yang  diisi dengan gas argon (Ar) atau neon (Ne) bertekanan rendah (4-10 torr) dan di dalamnya dipasang sebuah katoda berongga dan anoda. Rongga katoda berlapis logam murni dari unsur obyek analisis. Misalnya : untuk pengukuran Fe diperlukan lapisan logam Fe. Batang anoda terbuat dari logam wolfram / tungsten (W)

2.      Ruang pengkabutan (Spray Chamber)
Merupakan bagian di bawah burner dimana larutan contoh diubah menjadi aerosol. Dinding dalam dari spray chamber ini dibuat dari plastik / teflon. Dalam ruangan ini dipasang peralatan yang terdiri atas :
1.    Nebulizer glass bead atau impact bead (untuk memecahkan larutan menjadi partikel butir yang halus)
2.    Flow spoiler (berupa baling-baling berputar, untuk mengemburkan butir / partikel larutan yang kasar)
3.    Inlet dari fuel gas dan drain port (lubang pembuangan)

3     Pembakar (Burner)
Merupakan alat dimana campuran gas (bahan bakar dan oksida) dinyalakan. Dalam nyala yang bersuhu tinggi itulah terjadi pembentukan atom-atom analit yang akan diukur. Alat ini terbuat dari logam yang tahan panas dan tahan korosi. Desain burner harus dapat mencegah masuknya nyala ke dalam spray chamber. Hal ini disebut ”blow back” dan amat berbahaya. Burner untuk nyala udara asetilen (suhu 2000 – 22000 C) berlainan dengan untuk nyala nitrous oksida-asetilen (suhu 2900 – 30000 C). Burner harus selalu bersih untuk menjamin kepekaan yang tinggi dan kedapatulangan (repeatability) yang baik.

4.      Monokromator & Slit (Peralatan optik)
Fungsi : untuk mengisolir sebuah resonansi dari sekian banyak spektrum yang dihasilkan oleh lampu katoda berongga.

5.      Detektor
Detektor yang biasa digunakan dalam AAS ialah jenis photomultiplier tube, yang jauh lebih peka daripada phototube biasa dan responnya juga sangat cepat (10-9 det). Fungsinya untuk mengubah energi radiasi yng jatuh pada detektor menjadi sinyal elektrik / perubahan panas

6.      Lain-lain
1.    Pembuangan gas dan udara kotor (exhaust dust)
2.    Pipa saluran gas

Metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)
1.    Teknik Nyala
  • Hydride Generation ( analisis logam volatile : As, Sb, Se, Sb, Sn )
  • Flame ( hampir semua logam, dalam ppm )
2.Teknik Tanpa Nyala
  • Grafit Furnace ( hampir semua logam, dalam ppb )
  • Cold Vapor ( khusus logam Hg )
     
1.      Metode Nyala ( Flame )
Sampel diaspirasikan ke spray chamber lewat kapiler dari nebulizer. Penyedotan ini akibat efek tekanan gas oksidan yang masuk ke nebulizer. Aliran larutan  ini keluar kapiler dengan kecepatan tinggi dan segera menumbuk silica glass bead di depannya sehingga terpecahlah larutan membentuk butir-butir kabut. Kabut ini  bercampur dengan gas membentuk aerosol. Setelah proses pengkabutan, campuran gas naik menuju burner maka terjadi  proses pemanasan dan pengatoman. Setelah itu terjadi penyerapan sinar oleh atom, banyaknya sinar yang diserap berbanding lurus dengan kadar zat.

2.      Metode Tanpa Nyala ( Flameless )
Atomisasi tanpa nyala dilakukan dengan energi listrik pada batang karbon yang biasanya berbentuk tabung grafit. Contoh diletakkan dalam tabung grafit dan listrik dialirkan melalui tabung  tersebut sehingga tabung dipanaskan dan contoh akan teratomisasikan. Temperatur tabung grafit dapat diatur dengan merubah arus listrik yang dialirkan, sehingga kondisi temperatur optimum untuk setiap macam contoh / unsur yang dianalisa dapat dicapai dengan mudah

3.      Metode Cold Vapor
Pada metode ini senyawa raksa ( Hg ) dalam contoh uji dioksidasikan dengan penambahan KmnO4 menjadi Hg2+ pada proses destruksi ( dengan waterbath ) pada suhu 950 C, proses destruksi dilakukan dalam suasana asam Hg2+ yang terbentuk direduksi oleh SnCl2 menjadi Hg0 ( uap Hg ). Kemudian atom netral tersebut akan menguap sebagai atom-atom bebas dan didorong oleh udara ke sel. Jika cahaya dengan panjang gelombang lampu katoda Hg melalui sel, maka sinar yang diabsorbsi oleh Hg berbanding lurus dengan kadar Hg.

Keuntungan metode AAS

Keuntungan metode AAS dibandingkan dengan spektrofotometer biasa yaitu spesifik, batas deteksi yang rendah dari larutan yang sama bisa mengukur unsur-unsur yang berlainan, pengukurannya langsung terhadap contoh, output dapat langsung dibaca, cukup ekonomis, dapat diaplikasikan pada banyak jenis unsur, batas kadar penentuan luas (dari ppm sampai %). Sedangkan kelemahannya yaitu pengaruh kimia dimana AAS tidak mampu menguraikan zat menjadi atom misalnya pengaruh fosfat terhadap Ca, pengaruh ionisasi yaitu bila atom tereksitasi (tidak hanya disosiasi) sehingga menimbulkan emisi pada panjang gelombang yang sama, serta pengaruh matriks misalnya pelarut.

Cara Kerja AAS :
  1. pertama-tama gas di buka terlebih dahulu, kemudian kompresor, lalu ducting, main unit, dan komputer secara berurutan. 
  2. Di buka program SAA (Spectrum Analyse Specialist), kemudian muncul perintah ”apakah ingin mengganti lampu katoda, jika ingin mengganti klik Yes dan jika tidak No.
  3. Dipilih yes untuk masuk ke menu individual command, dimasukkan nomor lampu katoda yang dipasang ke dalam kotak dialog, kemudian diklik setup, kemudian soket lampu katoda akan berputar menuju posisi paling atas supaya lampu katoda yang baru dapat diganti atau ditambahkan dengan mudah.
  4. Dipilih No jika tidak ingin mengganti lampu katoda yang baru.
  5. Pada program SAS 3.0, dipilih menu select element and working mode.Dipilih unsur yang akan dianalisis dengan mengklik langsung pada symbol unsur yang diinginkan
  6. Jika telah selesai klik ok, kemudian muncul tampilan condition settings. Diatur parameter yang dianalisis dengan mensetting fuel flow :1,2 ; measurement; concentration ; number of sample: 2 ; unit concentration : ppm ; number of standard : 3 ; standard list : 1 ppm, 3 ppm, 9 ppm.
  7. Diklik ok and setup, ditunggu hingga selesai warming up.
  8. Diklik icon bergambar burner/ pembakar, setelah pembakar dan lampu menyala alat siap digunakan untuk mengukur logam.
  9. Pada menu measurements pilih measure sample.
  10. Dimasukkan blanko, didiamkan hingga garis lurus terbentuk, kemudian dipindahkan ke standar 1 ppm hingga data keluar.
  11. Dimasukkan blanko untuk meluruskan kurva, diukur dengan tahapan yang sama untuk standar 3 ppm dan 9 ppm.
  12. Jika data kurang baik akan ada perintah untuk pengukuran ulang, dilakukan pengukuran blanko, hingga kurva yang dihasilkan turun dan lurus.
  13. Dimasukkan ke sampel 1 hingga kurva naik dan belok baru dilakukan pengukuran.
  14. Dimasukkan blanko kembali dan dilakukan pengukuran sampel ke 2.
  15. Setelah pengukuran selesai, data dapat diperoleh dengan mengklik icon print atau pada baris menu dengan mengklik file lalu print. 
  16. Apabila pengukuran telah selesai, aspirasikan air deionisasi untuk membilas burner selama 10 menit, api dan lampu burner dimatikan, program pada komputer dimatikan, lalu main unit AAS, kemudian kompresor, setelah itu ducting dan terakhir gas.