Senin, 18 Februari 2013

Miss Ovi

cieeee... cieee ... bawa bekal nih,,, ledek dodon ke manda yang lagi memegang kotak makanan berwarna unggu yang dia temukan dimejanya.

"don ini bukan punya gw"
"trus klo bukan punya lo, trus punya siapa dong ?"
tanya dodon ikut bingung.
"lah itu dia gw yang kagak tau" jawab manda semakin bingung,,,
"Deuhhhhhh... yang ada pengemar rahasia" dodon menggoda manda...
"isttt apaan sih," ujar Manda menyudahi.

susana  kelas semakin riuh  seiring banyaknya teman teman sekelas mereka masuk sehabis apel pagi. Di ruangan kelas yang berwarna dominan putih itu, di bagian belakang kelas terpampang sebuah tabel priodik yang berukuran besar, yang berhadapa-hadapan dengan whiteboard dan diatasnya  sebuah lambang garuda pancasila yang bertengger dengan perkasanya,, tiba tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan guru piket yang datang memberi kabar bahwasanya Miss Ovi datang agak telat dan sambil menyerahkan sebuah buku untuk mengerjakan tugas. kemudian berlalu meninggalkan mereka.

"cihuuuuyyy....teriak manda sambil merentangkan kedua tangannya dan memutar-mutarkan badannya sambil bersiul.
"Hush, Manda. ekspresinya berlebihan banget" tegur dodon sambil tersenyum geli melihat sahabatnya yang satu ini. dodon sering bingung sendiri melihat tingkah Manda yang susah ditebak, gayanya yang tomboi dan bicara yang ceplas ceplos masih kental pada dirinya.

"mumpung miss Ovi belum datang, ke kantin yuk, laper nih," ajak manda dan dijawab dengan gelengan oleh dodon, 
"yaudah klo nggak mau, tolong pengangin kotak makanan ini sambil lo cari tau siapa yang menaroknya dimeja gw" ujar manda sambil berlalu melesat menuju tempat  favoritnya, kantin. Biarpun badannya ceking, tapi porsi makannya mengalahin si Riza yeng bertubuh gembul. Sering manda berebutan bakwan  sama riza dikantin, sampai sampai ibu kantin harus membagi rata isi bakwan dalam piring agar tidak terjadi keributan.

                                                          #  #  #  #  #  #  #  #  #  #

Manda mengunyah bakwannya pelan. ia sangat menikmatiya karena pada jam belajar begini, pengunjung kantin sepi, hanya ada segelintir mahkluk berseragam abu abu putih duduk dipojokan. sama seperti dia, para makhluk tersebut pasti sedang bolos juga. tapi dia tidak mempedulikan hal itu, yang penting makan.

tiba tiba manda dikagetkan dengan getaran Hp di kantong saku rok nya.  dengan santai manda membuka sms yang baru masuk, "dari dodon. kenapa sih, nih anak. hmmmm pasti minta dibawaain makanan nih kekelas" , tebak manda.

" Ass. buruan balik ke kelas manda sayang, miss Ovi udah didepan kelas nih, mau kena sembur ? ehh, sekalian bawain bakwan ya, atu aja, laper hehehe.,. wass."

glekkk... manda menelan ludah. gawat, miss ovi udah datang , manda kelabakan. Denga terburu buru manda berlari menuju kelasnya  sambil berteriak sama ibu kantin, "bakwannya empat buk nanti istrahat saya bayar"


                                                #  #  #  #  #  #  #  #  #  #


tok.. tok...

"Assalamualaikum.... excuse me," manda masuk setelah mengucap salam. semua mata tertuju kearahnya tak terkecuali miss Ovi. Dengan wajah menunduk, manda berjalan menuju mejanya.

"Eitssss, dari mana kamu, siapa yang menyuruh kamu masuk ?", tanya Miss Ovi sambil menatap tajam manda.
"Maaf Miss, saya tadi dari toilet, " jawab manda terpaksa  berbohong.
"Benar?", tanya Miss Ovi nggak percaya.
"BeeeeNar, Miss. Suerrr," jawab manda sambil mengacungkan tanangannya.
"Di toilet ada jualan bakwan ya?" tanya miss Ovi sekali lagi, membuat manda kaget tidak bisa berbohong lagi. Dan manda baru sadar bahwa tangannya mengenggam sepotong bakwan dan mulutnya masih celemotan minyak. Manda terdiam, tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Semua teman sekelasnya  tertawa melihat manda terpojok karena kesalahnnya sendiri. Hanya Dodon yang sama sekali tidak ikut menertawakan manda. dia menggelangkan kepala, sedih atas perbuatan Teman karibnya itu.

Karena kebohongannya, mau tak mau Manda harus mendapatkan hukuman. Manda diberi tugas menterjemahkan tiga novel impor yang semuanya berbahasa Inggris. bukan itu saja, miss Ovi  juga mengusirnya  dari kelas pada hari itu.

            ########*****#######


Jam dinding sudah menunjukan angka 01 lewat 43 menit,  Manda masih sibuk dengan tugasnya menterjemahkan novel yg Diberikan sebagai hukuman dari miss Ovi atas tindakannya yg kabur kekantin disaat jam pelajaran sedang berlangsung. Didalam ruangan berukuran 3x4 meter yg didominasi warna Biru langit itulah manda melawan kantuk yg menyerangnya secara membabi buta,  kopi pahit racikan mamanya pun tak mampu berbicara banyak,  Hal hasil manda harus jatuh bangun menyelesaikan tugas tersebut. Mengingat besok pagi adalah deadline dari tugas tersebut mau tak mau Manda harus menyelesaikan biar tidak timbul hukuman baru yg dijatuhkan miss Ovi.  Dengan sisa sisa tenaga yg dimiliki manda berhasil menterjemahkan novel tersebut ke bahasa ibunya.
"Alhamdulillah selesai juga tugas ini" ujar manda.  Sambil Manahan Kantuk yg Maha berat dengan langkah lunglai manda menuju tempat tidur yg sedari tadi menggodanya untuk ditiduri. Diatas sebuah kasur yg dibalut dengan motif Doraemon dengan dominan warna Biru manda merebahkan tubuhnya yg sudah tak berdaya.  Tak butuh waktu lama bagi manda untuk bisa tertidur.


Rabu, 13 Februari 2013

Rejeki Allah kepada umat-Nya

"Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rizki kepada siapa yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa". 
(QS. Asy Syuura :19)

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat”. 
(Qs. Asy Syuura : 27)

”Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” 
(QS. al-‘Alaq : 6–7)
"Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji“. 
(Qs. Asy Syuura : 28)


”Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”
(QS. Thaahaa : 132)

”Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).’ Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.”

(QS. Saba : 39 )
 
”Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka (umatku): ‘mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”

 (QS, Nuh : 10–12)
 
”Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

(QS. ath-Thalaaq : 2–3)

”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” 

(QS. al-A’raaf : 96 )

”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim : 7)

”Barang siapa yang beramal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. an-Nahl : 97)

Selasa, 22 Januari 2013

Turn Around



Achhhh sebulan akan disibukan nich dengan urusan pabrik.,. bakal ndak sempat ngotrak ngatik Laptop jelek ku ini.,. hari hari bakal berurusan dengan chemichal ( degreser, alum cleaner, acid), tang, baut, selang, pompa kunci F, kunci Inggris serta kuci kunci yang lainya.,.

40 hari lamanya pabrik ini menunggu (hahha kek habis melahirkan aja ya,.)  selama 40 hari itu kita melakukan perbaikan terhadap pabrik biar kerjanya lebih bagus lagi, istilah ini lebih dikenal dengan TA (Turn Around ) ato service.,. 
Seluruh vecel-vecel, cube-cube (bener nggak sich tulisannya ) kita bersihkan dari segala karat dan kotoran yang melekat,.,.


Kamis, 10 Januari 2013

Kiat-Kiat Menyampaikan Teguran didalam Rumah Tangga

Amar ma’ruf nahi munkar adalah salah satu perkara yang harus dihidupkan dalam rumah tangga. Apabila suami menemukan penyimpangan dalam diri istrinya, ia berkewajiban untuk meluruskan dan memperingatkannya. Demikian pula ketika istri mendapati hal serupa pada diri suaminya.

Akan tetapi perlu diingatkan di sini, bahwa ketika istri menyampaikan nasehat dan teguran kepada suaminya, tentu caranya berbeda dengan pengajaran seorang guru kepada muridnya atau seorang ustadz kepada jamaah pengajiannya.

Para istri yang mulia…

Dalam hal ini, seorang istri harus cerdik dalam mengambil langkah. Karena yang Engkau kehendaki dari teguran itu, tentu adalah kebaikan pada diri suamimu. Yang pada hakekatnya itu juga merupakan kebaikan bagi dirimu. Maka Engkau harus mengerahkan segenap kemampuanmu agar nasehat dan teguranmu itu mendatangkan perbaikan. Bukan mengundang keburukan yang lebih besar.

Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Hendaknya Engkau menyampaikan nasehat itu dengan ikhlas, hanya mengharap ridha Allah semata.

Jangan Engkau melakukannya karena dorongan rasa kesal dan amarah. Sebab hal itu hanya akan membawa kerugian. Karena jika tindakanmu semata-mata didorong rasa kesal, maka Engkau tidak akan mendapatkan pahala dan Engkau akan bertambah kesal jika ternyata teguranmu tidak diterima.

Namun apabila Engkau mendasari tindakanmu itu semata karena Allah, niscaya Engkau akan menuai pahala. Dan ketika ternyata nasehat serta teguranmu tidak dierima, Engkau tidak akan berputus asa atau merasa kesal. Mengapa? Sebab hidayah itu datangnya dari Allah dan bukan berada di tangan kita.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ”

Artinya: “Sungguh engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau sayangi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. QS. Al-Qashash (28): 56.

Tugas kita hanyalah menyampaikan peringatan dengan baik, dan Allahlah yang membuka hati siapa saja yang Dia kehendaki. Sebagaimana dijelaskan oleh-Nya,

وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ”

Artinya: “Kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”. QS. Yasin (36): 17.

Para istri yang mulia…

Menegur suami yang keliru, adalah merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Pun demikian, dalam mempraktekkannya, banyak etika yang harus diperhatikan dengan baik. Antara lain:

  • Mulailah dengan memperbaiki diri sendiri.

    Siapapun yang hendak memperbaiki orang lain, hendaklah ia memulai dari dirinya sendiri (Cermati: QS. Luqman: 17). Mu’awiyah radhiyallahu’anhu menasehatkan,

    أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ”.

    “Perbaikilah dirimu, niscaya orang lain akan berlaku baik kepadamu”.

Tarik simpati suamimu dengan menunjukkan banyaknya perubahan pada dirimu. Buktikan bahwa setelah mendalami ajaran Islam dan Sunnah Rasul shallallahu’alaihiwasallam, engkau semakin menjadi istri yang menyenangkan. Semakin taat, semakin santun, semakin sabar dan seterusnya. InsyaAllah sikapmu itu dapat membuka hati suamimu untuk merubah perilakunya pula.

  • Berlemah lembut dalam menegur.

    Sampaikanlah nasehat dan teguran itu dengan cara yang lemah lembut. Sebab karakter ini merupakan sifat yang dicintai Allah dan disukai oleh manusia. Bahkan kelembutan merupakan salah satu faktor terbesar yang menjadikan teguranmu diterima.

    Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

    إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ، وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعْطِى عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لاَ يُعْطِى عَلَى مَا سِوَاهُ”.

    “Sesungguhnya Allah itu Maha lembut dan menyukai kelembutan. Dia memberikan sesuatu pada kelembutan yang tidak diberikan-Nya pada kekerasan atau selainnya”. HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha dengan redaksi Muslim.

    Beliau menambahkan,

    مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ؛ يُحْرَمِ الْخَيْر”.

    “Barang siapa tidak memiliki sifat lembut, maka ia tidak memiliki kebaikan”. HR. Muslim dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu’anhu.

    Beliau juga menegaskan,

    إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ، وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ”.

    “Sesungguhnya kelembutan itu jika masuk ke dalam sesuatu pasti akan menjadikannya indah. Sebaliknya jika kelembutan itu dicabut dari sesuatu, pasti akan membuatnya jelek”. HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha.

    Para istri yang mulia…

    Menegur suami yang keliru, adalah merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Pun demikian, dalam mempraktekkannya, banyak etika yang harus diperhatikan dengan baik. Antara lain:
  • Hiasilah dirimu dengan kesabaran

    Poin ini sangatlah penting. Karena mungkin Engkau akan memerlukan waktu yang lama untuk dapat merubah sebagian penyimpangan atau perangai buruk yang ada pada diri suamimu. Rentang waktu yang akan menjadi ujian tersendiri bagimu. Bersabarlah, karena kesabaranmu dalam mempergauli suamimu akan menjadi catatan pahala bagimu di sisi Allah.

    Allah ta’ala berfirman,

    إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ”.

    Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas”. QS. Az-Zumar (39): 10.
  • Iringilah nasehatmu dengan doa

    Jangan pernah lupa dan bosan untuk berdoa kepada Allah. Karena hanya Dialah yang mampu membuka pintu hati suamimu dan dapat merubah segala keburukannya. Sebab hati para hamba ada di tangan Allah ta’ala.

    Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,

    إِنَّ قُلُوبَ بَنِى آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ”.

    “Sesungguhnya hati bani Adam seluruhnya berada di antara dua jari Allah seperti satu hati. Dia mengarahkannya sekehendak-Nya”. HR. Muslim dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma.

    Perbanyaklah melantunkan doa-doa yang diajarkan dalam al-Qur’an dan Sunnah. Antara lain:

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا”.

    “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan dan keturunan yang menyedapkan pandangan kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”. QS. Al-Furqan (25): 74.
  • Perhatikan skala prioritas.

    Kekeliruan itu bertingkat-tingkat, ada yang ringan, sedang maupun berat. Tidaklah bijak jika Engkau memberondong suami dalam satu waktu dengan sekian banyak penyimpangan. Sebab cara seperti itu justru kerap tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Ketahuilah bahwa perubahan perilaku itu membutuhkan proses, tidak ‘sim salabim’ langsung berubah! Karenanya Engkau harus memiliki skala prioritas dalam menasehati. Mulailah dari menasehatinya dalam penyimpangan yang paling berat, yang berat, yang sedang, baru kemudian yang ringan. Semoga Anda berhasil!

    Para istri yang mulia…

    Menegur suami yang keliru, adalah merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Pun demikian, dalam mempraktekkannya, banyak etika yang harus diperhatikan dengan baik. Antara lain:
  • Memperhatikan situasi dan kondisi saat menyampaikan teguran


    Penentuan masa, tempat serta tata cara menyampaikan teguran, juga mempertimbangkan situasi dan kondisi manakala kritik disampaikan, adalah perkara yang sangat berpengaruh pada diterima atau tidaknya teguran itu. Hal ini tidaklah mudah. Namun membutuhkan kepiawaian dan pertimbangan yang jeli. Misalnya:

    Sebagaimana kita tidak suka apabila dikritik atau ditegur di hadapan orang lain, maka jangan lakukan itu terhadap suamimu. Teguran yang disampaikan secara empat mata, biasanya akan lebih mudah diterima. Sebab lebih terasa nyaman dan menjaga nama baiknya. Sebab terkadang seseorang hatinya bisa menerima teguran yang disampaikan kepada dirinya, namun ia menolaknya karena gengsi dan demi menjaga harga dirinya di hadapan orang lain.

    Imam Syafi’i menjelaskan, “Barangsiapa mengingatkan saudaranya secara rahasia, berarti ia telah menasehati dan menjaga nama baiknya. Dan barangsiapa menasehati di hadapan umum, berarti ia telah membuka aibnya dan merusak nama baiknya”.
  • Jangan menepuk air di dulang, memercik ke muka sendiri!

    Hendaknya Engkau menjadi orang pertama yang melaksanakan hal yang Engkau tuntut dari suami. Janganlah Engkau mengkritik suatu keburukan pada diri suami, sementara keburukan itu ternyata ada pada dirimu.

    Allah ta’ala berfirman,

    أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُون”.

    Artinya: “Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kalian melupakan dirimu sendiri, padahal kalian membaca Kitab? Tidakkah kalian berpikir?”. QS. Al-Baqarah (2): 44.

    Dalam ayat lain Allah mengingatkan,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ”.

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci oleh Allah, jika kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan”. QS. Ash-Shaff (61): 2-3.

    Jangan sampai kuman di seberang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tak nampak!

    Di antara etika menegur suami:

    Pakailah seni dalam menegur Jangan tergesa-gesa mengkritik dan menegur! Tahanlah dulu, sebab ada beberapa perkara yang harus diperhatikan. Antara lain:

    Jangan menyampaikan teguran ketika Engkau sedang marah. Sebab dalam keadaan marah, biasanya Engkau terdorong untuk terlalu membesar-besarkan permasalahan dan cenderung sentimental. Dalam kondisi seperti ini, suami akan menangkap bahwa kritikmu tidak lain semata karena dorongan emosi, sehingga ia pun enggan untuk menerimanya.

    Terlalu cepat menyampaikan kritik dalam kondisi seperti itu akan membuatmu keliru dalam mengambil sikap. Selanjutnya, Engkau akan berada pada pihak yang bersalah.

    Demikian pula jangan menyampaikan teguran ketika suamimu sedang marah. Sebab dalam kondisi tersebut, biasanya ia tidak siap untuk menerima kata-kata apapun. Apalagi yang berisi kritik. Justru akan lebih mengobarkan amarahnya.

    Jadi, waktu yang tepat untuk menyampaikan kritik adalah dalam kondisi yang tenang dan kondusif antara kedua belah pihak. Bukan juga dalam kondisi gembira, suka cita dan ceria. Sebab hal itu bisa merusak suasana. Apalagi jika waktu-waktu seperti itu sangat jarang ditemukan, maka janganlah Engkau menyia-nyiakannya.

    Alangkah baiknya bila sepasang suami istri menyediakan waktu khusus untuk saling terbuka antara keduanya terhadap seluruh masalah. Praktek seperti ini lebih ideal lagi. Sebab, kondisi jiwa pada saat itu lebih siap untuk menerima masukan dan perubahan.

    Lalu bagaimana cara menyampaikan teguran?

    Keahlian menyampaikan teguran kepada suami merupakan seni yang sangat agung dan harus Engkau pelajari. Dalam masalah ini tentu berbeda antara suami yang satu dengan yang lainnya. Dan Engkaulah orang yang paling mengenal watak dan kepribadian suamimu. Intinya, Engkau harus memperhatikan metode dan kepantasannya. Hindari suasana gaduh dan kata-kata yang menyakitkan atau melukai perasaan. Jauhi caci maki, sebab hal itu pasti akan membuat suamimu kecewa.

    Apabila ada sinyal-sinyal yang menunjukkan ketidaksukaan dan penolakan dari suamimu, maka hendaknya Engkau segera berhenti dan mengalihkan pembicaraan kepada hal lainnya. Bersabarlah dan coba lagi di lain kesempatan. Mungkin suamimu perlu waktu untuk dapat mencerna dan menerima kata-katamu.

    Demikian pula jangan lupa untuk membuat dadanya lapang. Dengan cara menyebut-nyebut jasa dan kebaikannya, setelah menyampaikan kritik padanya. Ini akan mengembalikan suasana kenyamanan hatinya dan menjadikan keadaan kembali rileks.

    Hal penting lain yang perlu diperhatikan, jangan terkesan memojokkan suami, seakan ia merasa seperti seorang tersangka yang sedang divonis di hadapan hakim. Tunjukkan bahwa Engkau melakukan itu semua semata-mata karena rasa sayangmu padanya. Selamat mencoba!

    Ditulis oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Selasa, 01 Januari 2013

Tahun Baru 2013

Hari ini kita sudah menginjakkan lagi kaki kita ditahun yang baru., tidak terasa sekarang kita sudah berada ditahun 2013,,,
 
Semoga untuk tahun ini kita lebih berhati hati lagi dalam menjalani hidup, jangan lagi mengulangi kesalahan kesalahan yang terjadi dimasa lalu,,
Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Alquran Surat Al-Hasyr ayat 18 :
 
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18)

Meninggalkan tahun 2012 bukan berati kita melupakan kejadian kejadian yang pernah terjadi di tahun itu,,,, semua kisah, cerita, pengalaman ditahun 2012 bisa kita jadikan pelajaran untuk mengarungi kehidupan berikutnya,, klo itu suatu perkara baik, alangkah baiknya klo itu lebih kita tingkatkan lagi dan apabila itu buruk, maka tinggalkan lah.,. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:  

Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka” (Al Hadist).


Kami  segenap Member’s OSCAR 39 mengucapkan :

Selamat Tahun Baru Masehi
O1 Januari 2013

Senin, 31 Desember 2012