Rabu, 11 Desember 2013

Nafsu

"Adapun orang yang durhaka, lagi mengutamakan kehidupan dunia. Maka neraka Jahimlah tempat tinggalnya. Sedangkan orang yang takut akan kebesaran Rabbnya, lagi menahan diri dari hawa nafsunya. Maka surgalah tempat tinggalnya. (QS An-Nazi'at: 37-41)

Nafsu itu menyeru kepada sikap durhaka dan mendahulukan dunia. Sedangkan Allah subhanahu wa talaa menyeru hamba-Nya agar takut kepada-Nya dan menahan diri dari hawa nafsunya. Jadi, hati manusia itu ada di antara dua penyeru. Kadangkala ia condong kepada yang satu, dan kadang pula condong kepada yang lainnya. Di sinilah ujian dan cobaan.

Di dalam al-Qur'an Allah subhanahu wa ta'ala menyebut nafsu dengan tiga sifat: muthmainnah, lawwaamah dan ammaarah bis suu'.


NAFSU MUTHMAINNAH

Apabila nafsu tenang dan tentram dengan dzikrullah, tunduk kepada-Nya, rindu akan perjumpaan dengan-Nya, serta jinak kala dekat dengan-Nya, maka kepadanya dikatakan – ketika menemui ajalnya -,
"Wahai nafsu muthmainnah! Pulanglah kepada Rabbmu dengan penuh ridla dan diridlai! (QS Al-Fajr: 27-28)
Ibnu Abbas menafsirkan muthmainnah dengan mushaddiqah, membenarkan kebenaran.
Qatadah berkata, Yaitu seorang mukmin yang nafsunya tenang dengan apa yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Tenang di pintu ma'rifah terhadap asma' dan shifat-Nya dengan berdasarkan kabar dari-Nya (al-Qur'an) dan dari Rasul-Nya (as-Sunnah). Tenang atas kabar yang datang tentang apa yang terjadi setelah kematian, alam barzakh, dan kejadian di hari kiamat, seakan-akan melihatnya dengan mata telanjang. Tentram atas takdir Allah, menerima dan meridhainya, tidak benci dan berkeluh kesah, tidak pula terguncang keimanannya, tidak berputus asa atas sesuatu yang lepas darinya, pun tidak berbangga atas apa yang dimilikinya. Sebab, semua musibah telah ditakdirkan oleh-Nya jauh sebelum musibah itu sampai kepadanya, bahkan sebelum ia diciptakan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Tidak ada musibah yang datang kecuali dengan izin dari Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya". (QS At-Taghabun: 11)

NAFSU LAWWAMAH

Ia adalah nafsu yang selalu berubah keadaan. Ia sering berbalik, berubah warna. Kadang ia ingat, kadang alpa. Kadang ia sadar, kadang berpaling. Kadang ia cinta, kadang benci, kadang ia gembira, kadang sedih. Kadang ia ridla, kadang murka. Kadang ia taat, dan kadang ia khianat.

Sebagian orang mendefinisikannya sebagai nafsu seorang mukmin. Al-Hasan al-Bashri berujar, "Seorang mukmin itu selalu mencela (lawwamah artinya banyak mencela, pent) dirinya. Ia terus berkata: Apa yang kau inginkan dari semua ini? Mengapa kau lakukan ini? Sungguh ini lebih baik daripada yang ini! Atau yang semisalnya."
Ada juga yang mengartikannya dengan celaan pada hari kiamat. Pada hari itu setiap pribadi akan mencela dirinya sendiri. Jika ia pendurhaka, atas kedurhakaannya, dan jika ia seorang yang taat, atas keteledoran dan kekurangannya. Ibnul Qoyyim berkata, "Semua pengertian di atas benar."

Lawwamah itu ada dua. Lawwamah yang tercela dan lawwamah yang sebaliknya.

Yang pertama adalah nafsu yang dungu dan menganiaya diri sendiri. Ia dicela oleh Allah dan para malaikat. Sedangkan yang kedua adalah nafsu yang selalu mencela pemiliknya karena kekurangannya dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala – padahal ia sudah berusaha sekuatnya – Nafsu ini tidak dicela. Bahkan nafsu yang paling utama adalah nafsu yang mencela diri atas kekurangtaatannya kepada Allah, dan ia siap menerima celaan dalam menggapai ridla-Nya. Demikianlah ia terbebas dari celaan Allah. Berbeda dengan orang yang puas atas amal yang dikerjakannya, dan ia tidak dicela oleh nafsunya, lalu tidak siap menerima celaan dalam menggapai ridla-Nya. Dialah yang dicela oleh Allah.

NAFSU AMMARAH BIS SUU'

Inilah nafsu yang tercela. Ia selalu mengajak kepada keburukan, dan itu memang tabiatnya. Tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari kejahatannya selain orang-orang yang mendapatkan taufiq dari Allah subhanahu wa ta'ala. Allah mengisahkan tentang istri menteri al-Aziz,

"Dan aku tidak berlepas tangan dari nafsuku. Sesungguhnya nafsu itu selalu menyeru kepada kejahatan. Kecuali yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Yusuf: 53)

Dan firman-Nya,

"Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, niscaya tidak ada seorangpun dari kalian yang bersih-suci, selamat-lamanya." (QS An-Nur: 21)

Rasulullah shalalallahu alaihi wa salam mengajarkan kepada para sahabat khutbah hajah,
"Segala puji bagi Allah. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan memohon ampunan kepada-Nya. Kita juga berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu kita dan keburukan amal-amal kita."

Kejahatan itu tersimpan di dalam nafsu. Ia akan mengajak kepada amal-amal yang buruk. Apabila Allah membiarkan seorang hamba bersama nafsunya, ia akan binasa di tengah-tengah kejahatan nafsu dan amal buruknya. Apabila Allah memberikan taufiq dan memberikan pertolongan kepadanya, niscaya selamatlah ia dari semuanya. Oleh karenanya kita memohon kepada Allah yang maha Agung untuk melindungi kita dari kejahatan nafsu dan amal buruk kita.

Ringkas kata, nafsu itu satu saja. Ia bisa menjadi ammarah, lawwamah atau muthmainnah, yang merupakan puncak kebaikan dan kesempurnaannya.

http://jilbab.or.id/archives/258-tiga-karakteristik-nafsu/

Kamis, 19 September 2013

UAS Hari Pertama

Aku masih bersarang dalam selimut tipisku, serasa sangat dingin sekali. Dan tanganku memaksaku untuk mengucek mata ini. Sembari tanganku yang satunya lagi menoleh dan mengambil jam bekerku yang memekik-mekik ntah berapa kali. Emang sengaja distel agak cepat dari biasanya, yakni jam 04.00 pagi ntuk persiapan ujian semester ini. Suara adzan shubuhpun bersambut ditelingaku. Tapi bisikan syetanpun tak mau kalah bergolak untuk menyuruhku untuk tidur kembali. Ngantuk sekali memang. Tapi dengan segenap semangat aku taklukan godaan syetan ini dan aku beranjak menuju kamar mandi yang berjarak 10 meter dari kamarku. Kamar mandiku memang terpisah dari rumah kami.

Alunan angin merasuk kedalam hidung dan menembus kedalam sukma. Begitu dingin dan serasa sangat segar sekali. Dengan kandungan kadar oksigen yang masih murni dan belum tercemar oleh polutan lain. aku bergegas untuk ambil wuduk. Tubuhku langsung bereaksi seperti detektor suhu, mungkin 20 celsius derajat. Tapi ini adalah obat mujarab untuk mengalahkan rasa ngantuk. Aku pun beranjak untuk mengerjakan sholat shubuh. Dengan penuh kekhusukan kuhadapkan muka ke pada-Mu ya Rabb, Sambil mengangkat tangan sejajar dengan telinga, ku utarakan niat sholat shubuh pagi ini, Alhamdulillah lega rasanya ketika kewajiban ini telah tertunaikan, Dengan semangat 45 kuraih buku yang masih tersusun rapi diraknya, dengan alunan musik kujamahi seluruh isi buku tersebut, baris demi baris, halaman demi halaman keperhatikan dengan sekasama berharap semua isinya dapat diserap secara sempurna.

"Nak, air panasnya sudah siap tuch buruan mandi, sudah jam 6 kurang 15 menit, nanti kamu terlambat" pekik Ibuku dari arah dapur, akupun bergegas ke dapur untuk mengambil air panas tersebut dan membawanya ke kamar mandi.

Berbekal sarapan yang telah disediakan oleh bunda akupun semangat beranjak dari rumah dan bergegas menuju sekolah. Ini adalah hari pertamaku untuk ujian Semester. Penentuan hidup dan matiku ditentukan dari ujian ini. Aku sempat khawatir bagaimana nantiknya kalau aku sampai D.O. yang pastinya aku tidak akan bisa berdamai dengan diriku sendiri, mengingat umurku pasti sudah tersia-siakan satu tahun menempuh pendidikan disini, sungguh aku tidak ingin hal itu terjadi pada diriku.

Gerbang sekolahpun menyambut kedatanganku, dan aku langsung melirik kesalah satu sudut dimana jam besar terpampang dengan keperkasaannya, sebagai penunjuk waktu standar disekolah ini. Dan juga bertindak sebagai hakim yang benar dan pengeksekusi bagi siswa yang suka telat. Jarum pendek hitamnya masih menunjuk angka enam, seakan tak mau kalah jarum panjangnya menunjuk pada angka 6.

"Berarti masih jam setengah tujuh". Aku membatin dalam diriku. Aku beranjak masuk dan menuju keruangan wakepsek (wakil kepala sekolah). Aku sempat menunggu beberapa lama diruangan tak berpenghuni ini, sembari membuka lembaran-lembaran buku. Menghapal rumus-rumus. Tapi terasa sangat membosankan bagiku.

selamat pagi, dah lama nunggu ya Oea?” terdengar suara Pak Wakepsek dari balik pintu putih pucat didepanku. 
 

iya Pak, maaf Pak sebelumnya, Saya belum punya uang untuk membayar uang sekolahnya, Ibu saya masih mengupayakan hingga besok Pak, sudilah kiranya Bapak untuk memberikan saya dispensasi dulu untuk bisa mengikuti ujian semester pak, mengingat ujian ini sangat penting bagi saya pak. “ kataku menghiba”.

Baiklah, saya memberikanmu penangguhan, tapi dengan syarat kamu harus melunasinya dalam tempo waktu dekat ini yang terlampir disurat dispensasi ini, Silahkan kamu tandatangani dulu! “ dengan agak kurang bersahabat pak WaKepsek memberikan secarik kertas putih dengan segudang tulisan perjanjian hitam di atas putih yang harus dilunasi dalam waktu segera.


Aku bergegas menuju ruangan ujian, dengan sedikit rasa lega di hati ini membawa secarik kertas pengganti kartu ujian dari Pak WaKepsek tadi, berarti aku bisa mengikuti ujian dengan tiket masuk kelas ini, pikir aku. Ruangan “013 F / 1B” tertera di atas kertas putih ini, aku kerahkan kedua kakiku dengan percepatan yang maximal menuju ruangan kelas tanpa menghiraukan ada temanku yang menyapa namaku dari sisi samping jalan. Sesampai didepan pintu derap kakiku terhambat oleh ibuk Wity, seorang guru pengawas yang bertugas memeriksa kelengkapan siswa untuk mengikuti ujian.

selamat Pagi, boleh saya lihat kartu ujian kamu?” tanya ibu guru yang berperawakan kecil namun tegas dengan raut muka yang memiliki tegangan permukaan yang tinggi ini.



Hmmm.... Aadda Bbuukh” aku agak gemetar sembari melihatkan kartu ujian pengganti oleh-oleh dari bapak WaKepsek tadi. Melihat kartu ujianku yang berbeda dengan siswa lainnya, Bu Wity, menyelotos keras berkomentar melihat kartu ujianku yang berbeda dari siswa lainnya. Aku merasa teramuk dengan statment guru mungil ini, yang nyelotos keras, sehingga siswa lain tanpa sengaja bisa mendengarnya, sungguh membuat harga diriku agak teranyuh. Mentang-mentang saya tidak bisa bayar uang sekolah tepat pada waktunya. Tapi ya sudahlah, memang ini kenyataanya. Pikiranku melayang dengan perasaan yang berkecamuk, aku melangkah masuk kelas.


““eitss.. Tunggu dulu, saya perhatiin, Pening kamu tidak ada? “ tanya bu Wity lagi. Dengan refleks cepat tangan kiriku langsung meraba dada kananku yang biasa terpampang papan kecil mungil berwarna biru berisi identitas nama, nim dan juga photo. Selama menjadi siswa disekolah berdisiplin tinggi ini papan kecil itu harus tetap tergantung didada sebelah kanan.



"Uppss.. bencana datang lagi nih", aku membatin dalam diriku.

hehe dengan senyum bibir agak dimiringkan, maaf buk, Belum sempat aku mengutarakan kata maafku, ibu itu langsung mengusirku.

No Badge, Nothing Exam today!! " celetusnya pedas.

Dengan perasaan kesal bin marah bukan kepayang, aku mengumpat sendiri. Mengungkapkan kekesalan hatiku mengenai sekolah ini.



"Sekolah apaan ini, sok disiplin banget sih, nyesal gua sekolah disini", celetuk hatiku. Tak jauh kakiku ini melangkahi ubin putih kotak-kotak sekolah ini, dari kejauhan 10 kaki langkah dinosaurus, terdengar lagi ocehan bu munggil tadi, kali ini si temanku yang menjadi korban keganasan Ibu yang mengajar fisika tersebut. Dengan terus memacu langkah, telingaku menangkap sinyal, ternyata masalahnya hampir sama persis dengan yang aku alami tadi, diapun diusir pulang, dan tidak boleh mengikuti ujian sebelum lengkap semuanya.



kalo si temanku itu mah asyik, rumahnya dekat. Nah kalo gua, jauhh gile, ah masa bodo yang penting gua ke rumah dulu, ambil pening dan kembali kesekolah uijian, titik” gumpat hatiku.



Pintu kamar ku gebrak dan bergegas mengurai isi kamarku, namun pening yang aku cari tidak juga kunjung ketemu. Aku coba sisir bagian tempat tidur. Lalu lanjut interogasi isi lemari, namun yang aku cari belum jua ketemu. Aku coba untuk diam sejenak duduk bersandar di pelantaran dinding tempat tidurku. Lama aku terdiam dan mengingat dengan keras kemana papan biru kecil itu berada. sembari terpikirkan juga waktu ujian ysng telah berjalan disekolah. Namun tak lama aku tersendak melihat keranjang biru pakaian kotorku, tempat aku menumpuk baju kotorku yang terletak di sudut kamar. Wajahku langsung kuhadapkan dan kecelupkan kedalam tumpukan kain kotor itu. di saat itu ternyata aku menemukan baju seragam yang aku pakai kemarin. Dan disanalah tepat terpasang papan kecil tersebut. "Alhamdullillah"  ujarku . . .



Aku berlari bergegas, lari keluar lorong rumahku, dan menampaki bang dody. Tukang Ojek panggilan para ibuk-ibuk pergi kepasar pagi-pagi.


Bang kesekolah bang, gak pake lama, dan cepatan !” sapaku ke bang dody dengan napas masih tersenggal-senggal.

Olraiidddd . . . “ cetus bang Dedy menarik tuas gas motor Jupiter merahnya.

Untung saja jalanan sepi dan perjalananku menuju sekolah diberi kelancaran. Dengan skill yang mumpuni yang terlatih setiap harinya bang dody tak ada kendala sedikitpun membawa aku sampai kesekolah.



Kamu lagi, kamu lagi...”



Dengan lirikan singging gerbang sekolah ini melirik tajam kearahku. Aku yang baru sampai Seakan tidak peduli, aku menerobos gerbang yang sudah tertutup rapat dan dijaga oleh “Herder sekolah” sebutan kami untuk Omnal. Tapi sayang gembok sudah berjodoh dengan kuncinya. Aku cuma termanggu menatapi dan memegangi jeruji silver dingin ini. Dibalik pagar itu si Herder berperawakan tinggi agak kurus tapi sedikit putih seakan tidak peduli akan kehadiranku, dia tenggelam dalam nikmatnya kopi hitam seduhan pak mamad. Memang tidak ada harapan gerbang akan dibukakan untukku, mengingat aku terlambat sudah hampir setengah jam.



Dalam kegundahan otakku berputar keras seperti kincir air yang berupaya menghasilkan arus listrik, namun yang aku harapkan bukan arus listrik. Namun sebuah ide. Aku Cuma berjalan menelisiri tepian air gerbang tinggi ini. Kemudian kakiku bergerak cepat. Tanganku berkelebat mengiringi percepatan kakiku. Menerobos rumput belukar hijau. Ku sisihkan helaian rumput-rumput kasar ini helai demi helai dengan sepatuku. Ada sebuah jenjang bambu gusung yang terpampang ke sandaran tembok kusam sekolah. Aku coba panjat. Tapi sayang bambu ini belum sanggup menghantarkan tubuh kurus ini melewati tembok. Aku coba raih pohon kedondong dengan kaki kananku. Dengan sedikit dorongan dengan pohon sebagai tumpuannya, aku melontarkan tubuh ini dan langsung dengan sigap menangkap ujung tembok dengan tanganku. Aku berbalik arah dan mendapati bagian dalam sekolah yang terhalang pembatas tembok. Aku meloncat kebawah. SSrrrtt... sedikit terjatuh dan lecet menghinggapi tanganku. aku tak peduli dan langsung melesat keruangan ujianku.



Aku Cuma diam seakan tidak mau tahu, melangkah masuk tanpa rasa bersalah sedikitpun, awalnya ibu pengawas melirik kearahku, tapi aku segera berkelebat memperlihatkan peningku. Dan langsung menundukan kepala 45 derajat menyelesaikan soal-soal ujian. Dengan waktu yang tersisa aku berupaya semaksimal mungkin untuk menjawab pertanyaan yang tertanam di kertas soal. Di penghujung waktu penaku tersendak. Otakku terasa buntu tidak bisa berbuat apa-apa. Aku coba melirik kekiri dan kekanan. Aku tak mungkin bertanya kesamping karena disebelah samping ada kakak tingkat yng tak kalah paniknya, tak mungkin dia bisa membantu, duduk no 3 dari belakang tidak membuatku aman. Aku melihat yg lain Gasar gusur kesana kemari. Panik berkeringat dingin. Menyeka mukanya dengan tissu tak kalah paniknya juga dengan diriku. Pikiranku sempat melayang gimana kalau mata pelajaran penting ini aku tidak lulus. Konsekuensinya ya bakal DO.



Tapi dibagian belakang terlihat andres, yang malah asyik mengerjakan soal. Akupun mengerdipkan mataku kearah andres, sambil menutupi mukaku dengan soal ujian.
andres langsung respek menoleh kearahku, sambil ketawa cengingisan.



“kenapa lo?”

“No 6 isinyanya paan?? “ dengan hati hati aku berbisik dengan frekuensi tertentu sehingga gelombang suaraku sampai ke sistem pendengaran andres.



“kertas-kertas!” sahut andres pelann.

“kertas paan?”

“bego lu, Mau isinya gakk?”



Tepian kertas putih aku sobek, tangan kiriku melemparkan kertas tersebut kearahnya. Dengan sudut mata aku lihat juga pergerakan mata pengawas. Sambil berharap-harap cemas berharap dapat contekan dari si andres. Aku mencoba mengisi jawaban lain dengan teliti.



Belum lagi aku mendapatkan apa yang aku inginkan, aksi bejat ini sudah diketahui oleh ibu pengawas,dengan suaranya bak petir menyambar dengan kekuatan penuh,"Heii Saudara, sekali lagi saudara menoleh kebelakang, saya patahkan leher saudara" akupun kaget dan kembali merobah posisi duduk ku. inilah yang membuat aku semakin gusar,

teguran dari pengawas tadi membuat otakku kembali bekerja, dengan tenang aku coba kembali membaca soal yang bisa aku kerjakan sambil mengingat ingat apa yang telah aku pelajari semalam "Alhamdulillah" akhirnya soal-soal ini dapat ku selesaikan dengan baik, sambil kembali mengoreksi apa yang telah ku kerjakan. Tenggg... tenggg.. tenggg...terdengar suara lonceng berbunyi menandakan ujian telah selesai, tapi aku lihat yang lain masih sibuk dengan jawaban masing-masing. Hingga tiba ibu pengawas dihadapan bangkuku mengambil kertas essaiku dengan sedikit maksa.


Jumat, 13 September 2013

Tafsir QS. Al Ahzab ayat 40




"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".
(QS. AL AHZAB:40)"

Tafsir :

Tatkala Rasulullah saw nikah dengan Siti Zainab, banyak orang-orang munafikin yang mencela pernikahan itu karena dipandang sebagai menikahi bekas istri anaknya sendiri. Maka Allah menurunkan ayat ini yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak usah khawatir tentang cemoohan dan kritikan orang-orang yang mengatakan bahwa beliau menikahi bekas istri anaknya, karena Zaid itu bukan anak kandung beliau pribadi tetapi hanya sebagai anak angkat saja

Ibn Katsir berkata, “Setelah turun ayat ini, Allah melarang ada panggilan Zaid bin Muhammad, yakni beliau bukanlah ayahnya sekali pun telah mengangkatnya sebagai anak (adopsi). Sebab tida satu pun anak laki-laki beliau yang hidup hingga berusia baligh. Anak laki-laki beliau adalah al-Qasim, ath-Thayyib dan ath-Thahir dari rahim Khadijah. Mereka semua meninggal dunia ketika masih kecil, lalu lahir lagi anak laki-laki beliau dari rahim Mariah al-Qibthiyyah tetapi juga meninggal dunia saat masih menyusui. Sementara anak perempuan beliau dari pernikahannya dengan Khadijah adalah Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fathimah. Ketika beliau masih hidup, tiga orang anak perempuannya ini meninggal dunia lebih dahulu, sementara Fathimah meninggal dunia enam bulan setelah wafatnya Rasulullah SAW.” 

Tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW, bilamana tidak ada nabi setelahnya, tentu apalagi ada Rasul setelahnya. Sebab, sebab kedudukan risalah (kerasulan) adalah lebih khusus dari kedudukan nubuwwah (kenabian); setiap Rasul, sudah pasti nabi tetapi tidak sebaliknya.  adapun Hadist-hadist yang menerangkan bahwa tidak ada lagi nabi setelah Rasulullah adalah, diantaranya :

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus, sehingga tidak ada Rasul atau pun nabi setelah (sepeninggal)-ku.” …. (HR.at-Turmudzi dan Ahmad) 
Rasulullah SAW bersabda, “Aku dilebihkan dari para nabi yang lain dengan enam hal: aku diberi ‘jawa’i' al-Kalim (kalimat yang singkat tapi padat), aku ditolong dengan rasa takut pada msuh, dihalalkan bagiku harta rampasan (ghanimah), bumi dijadikan masjid dan suci bagiku, aku diutus kepada segenap makhluk dan aku menjadi penutup para nabi.” (HR.at-Turmudzy dan Ibn Majah) 

Berbagai sumber

Sabtu, 07 September 2013

Senin, 02 September 2013

Islamic Solidarity Games III

Untuk kesekian kalinya Palembang dipercaya oleh Pemerintah pusat menjadi tuan rumah event internasional,,, Setelah sukses menggelar SEA Games 2011 serta event-event  internasional lainnya. Kali ini giliran acara olahraga antar anggota OKI (Perkumpulan Negara-negara Islam) yang lebih dikenal dengan Islamic Solidarity Games (ISG) akan di helat di Bumi Sriwijaya (22 September - 01 Oktober 2013).

Sebelumnya lokasi penyelenggaraan ISG III ini direncanakan di Kota Pekanbaru Riau, dikarenakan beberapa hal sehingga ISG III ini dipindah ke Kota Palembang Sumsel, ini diputuskan Dalam rapat terbatas yang diadakan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2013, yang mana Pemerintah memutuskan Palembang menjadi tuan rumah penyelenggaraan ISG ke-3 ini.

Sebanyak 42 negara Islam telah memastikan ikut ambil bagian sebagai peserta ISG ke-3 yakni, Algeria, Azerbaijan, Brunei Darussalam, Burkino Fasao, Mesir, Guyana, Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Libya, Maladewa, Maroko, Malaysia, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Saudi Arabia, Sudan, Suriah, Tajikistan, Turkmenistan, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Uganda, Yaman, Guinea, Mauritania, Gambia, Nigeria, Yordania, Togo, Pantai Gading, Senegal, Kamerun, Monzambik, Libanon, Tunisia, Somalia, Bahrain, dan Jibuti

Presiden Republik Indonesia DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono dijadualkan akan membuka perhelatan olahraga ISG III, acara Opening Ceremony akan dipusatkan di Stadion Jakabaring pada tanggal 22 September 2013 dengan tema Harmony in Unity.

 

Minggu, 18 Agustus 2013

Rakyat Mesir Tidak Butuh Kata Kutukan dan prihatin

Peristiwa pada hari Rabu, 14 Agustus itu sungguh sangat2 memilukan, dan tidak berperikemanusian, dengan mudah dan arogannya militer mesir membantai rakyat sipil yang tak bersenjata. Mereka Rakyat Mesir yang sebagian besar adalah pendukung setia  Presiden Mesir terguling  presiden Muhammad Moursi. 

Korban berjatuhan dari pihak sipil, ada media yang menyebut 500an menjadi korban dan bahkan ada yang menyebut korban mencapai 2000an. Berbagai tokoh dunia mengutuk tindakan militer Mesir itu. tapi ya cuma sekedar kutukan dan kata prihatin.

Kita bangsa Indonesia perlu ingat bahwa Merekalah
(rakyat Mesir ) yang diwakili Ikwanul Muslimin mendesak pemerintahan Mesir saat itu untuk mendukung kemerdekaan negara dengan penganut Islam terbesar yang baru lahir yang bernama Indonesia, merekalah yang menyuarakan beserta rakyat Palestina,... 

Kita seharusnya sebagai Negara dengan Muslim terbesar didunia bisa bersuara lantang untuk memediasi pihak-pihak yang bertikai, mengerakan negara-negara yang berpengaruh didunia, dewan Keamana PBB, Dewan HAM PBB untuk menghentikan pembataian ini.


 

Jumat, 16 Agustus 2013

Koruptor dan senyumannya

Negara ini terkenal dengan penduduknya yang ramah dan suka senyum, tak terkecuali dengan parakoruptornya, senyum sumringah parakoruptor itu bisa kita lihat setiap saat dimedia masa, baik elektronik maupun cetak. dengan tanpa dosa dan malu mereka melempar senyum dan melambaikan tangan keawak media,..

Parakoruptor itu masih bisa tersenyum lepas sambil melambaikan tangan dikarenakan mereka masih punya banyak uang hasil jarahannya yang bisa dipergunakan untuk membeli hukum di Indonesia. 

Inilah senyuman parakoruptor :




Rabu, 07 Agustus 2013

Happy Ied Mubarak 1434 H

اللهُ اكبَرُ- اللهُ اَكْبَرُ- اللهُ اكبَرُ لااِلهَ الااللهُ وَاللهُ اكبَرُاَللهُ اكبَرُ وَللهِ الحَمْد
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai...
Kemenangan sesungguhnya adalah perubahan sejati dalam diri kita untuk menjadi karakter dan hati yang suci.
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin - See more at: http://www.dewakaos.com/2013/08/ucapan-lebaran-idul-fitri-1434-h.html#sthash.dFkhXDDf.dpufKami Keluarga Besar OSCAR'39 mengucapkan :

Kami Segenap Keluarga Besar OSCAR'39 menghaturkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Taqobalallahu minna wa minkum 

Shiyamanaa wa shiyamakum

Minal ‘aidin wal faizin

Mohon maaf lahir dan bathin

 

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Taqobalallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin - See more at: http://www.dewakaos.com/2013/08/ucapan-lebaran-idul-fitri-1434-h.html#sthash.dFkhXDDf.dpuf

 
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin - See more at: http://www.dewakaos.com/2013/08/ucapan-lebaran-idul-fitri-1434-h.html#sthash.dFkhXDDf.dpuf
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin - See more at: http://www.dewakaos.com/2013/08/ucapan-lebaran-idul-fitri-1434-h.html#sthash.dFkhXDDf.dpuf
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin - See more at: http://www.dewakaos.com/2013/08/ucapan-lebaran-idul-fitri-1434-h.html#sthash.dFkhXDDf.dpuf
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin - See more at: http://www.dewakaos.com/2013/08/ucapan-lebaran-idul-fitri-1434-h.html#sthash.dFkhXDDf.dpuf
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin - See more at: http://www.dewakaos.com/2013/08/ucapan-lebaran-idul-fitri-1434-h.html#sthash.dFkhXDDf.dpuf

Lafaz Takbiran

الله اكبر- الله اكبر- الله اكبر لااله الاالله والله اكبرالله اكبر ولله الحمد

اللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْد

 
Allah maha besar (3X)
Tiada Tuhan selain Allah
Allah maha besar
Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.


Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.
Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.