Selasa, 12 Agustus 2014

Kimia Analisis Jenis Kation Merkuri (Hg+) Secara Basah


1   Tujuan Percobaan
»  Untuk menyelidiki kation Hg+ dalam larutan HgNO3 dari Endapan yang terbentuk, serta untuk mengetahui warna dari Endapan yang terbentuk

2   Teori Percobaan
Merkuri termasuk kedalam Unsur golongan logam transisi, berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar, serta mudah menguap. Hg akan memadat pada tekanan 7.640 Atm.  Kelimpahan Hg di bumi menempati di urutan ke-67 di antara elemen lainnya pada kerak bumi. Di alam, merkuri (Hg) ditemukan dalam bentuk unsur merkuri (Hg0), merkuri monovalen (Hg1+), dan bivalen (Hg2+).

Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi, termometer, barometer, dan peralatan ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi termometer telah digantikan (oleh termometer alkohol, digital, atau termistor) dengan alasan kesehatan dan keamanan karena sifat toksik yang dimilikinya. Unsur ini diperoleh terutama melalui proses reduksi dari cinnabar mineral. terapung jika diletakkan di dalam cairan raksa hanya dengan 20 persen volumenya terendam.

Dipakai larutan Merkuri Nitrat HgNO3, Larutan dimasukan kedalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes kemudiaan ditambahkan masing- masing :
a.   Asam Sulfida (H2S), mula2 terjadi endapan putih,, menjadi kuning, coklat dan akhirnya endapan berwarna menjadi hitam.
b.  Alkali Hidroksida (KOH), maka terjadi endapan kuning Merkuri Oksida (Hg2O)
c.   Ammonium Hidroksida, Maka akan terjadi endapan putih merkuri ammino klorida. Endapan larut dalam dan juga dapat bereaksi dengan NH4Cl
d.  Kalium Yodida, maka terjadi endapan berwarna merah merkuri yodida dan larut dalam yodida berlebih

3     Alat Alat Yang Digunakan
·        Neraca Analitik Digital
·        Testube
·        Beaker glass
·        Erlenmeyer
·        Washing Botle
·        Dropping Pipets
·        Spatulla

4     Bahan – Bahan Yang Digunakan
·        Merkuri Nitrat HgNO3
·        Asam Sulfida (H2S)
·        Alkali Hidroksida (KOH)
·        Ammonium Hidroksida (NH4OH)
·        Kalium Yodida (KI)

5     Hasil Percobaan
NO
Prosedur Percobaan
Reaksi
Pengamatan
1





2


3





4
HgNO3 direaksikan dengan Hidrogen Sulfida




HgNO3 direaksikan dengan Alkali Hidroksida
                    
HgNO3 direaksikan dengan Ammonia


HgNO3 direaksikan dengan Kalium Yodida
HgNO3 + H2S Hgshitam+ 2HNO3




 HgNO3 + KOH HgOHkuning + KNO3

HgNO3 + NH4Cl HgClputih + 2NH4NO3


HgNO3 + KI HgImerah + KNO3

Mula-Terjadi endapan putih kemudian kuning, coklat dan akhirnya menjadi hitam

endapan kuning HgOH

Endapan putih merkuri amino Klorida

Endapan merah Merkuri Yodida

6   Perhitungan
Berat Hg(NO3)2
= ( BM x V X M ) / 1000
= (325 x 250 x 0.1) / 1000
= 8.13 gram
Berat KOH :
= ( BM x V X M ) / 1000
= ( 56 x 250 x 0.1 ) / 1000
= 1.4 gram
Berat KI :
= ( BM x V X M ) / 1000
= ( 166 x 250 x 0.1 ) / 1000
= 4.15 gram
Berat H2S :
= ( BM x V X M ) / 1000
= ( 34 x 250 x 0.1 ) / 1000
= 0.85 gram
M1 NH4Cl :
= ( % x BJ x 1000 ) / BM
= ( 0.25 x 1.18 x 1000 ) / 53.5
= 5.51 M
V1 x M1 = V2 x M2
V1 x 8.4 = 250 x 0.1
V1 = 3 mL

7  Kesimpulan
Dari pratikum ini dapat disimpulkan bahwa :
·        Saat penambahan Hidrogen Sulfida kedalam larutan Merkuri Nitrat mula-mula terbentuk endapan putih, berubah menjadi kuning, coklat dan akhirnya menjadi hitam
·        Saat penambahan KOH kedalam larutan Merkuri Nitrat terbentuk endapan Kuning Merkuri Oksida
·        Saat penambahan Ammonium Klorida kedalam larutan Merkuri Nitrat Terbentuk endapan putih Merkuri Ammino Klorida
Saat penambahan Kalium Yodida kedalam larutan Merkuri Klorida Terbentuk endapan merah Merkuri Yodida

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan anda,,,